Positivisme menguat dan mendominasi paruh kedua abad ke-19 sebagai pendekatan untuk memperoleh pengetahuan dan menemukan kebenaran. Namun dalam pandangan Edmund Husserl, positivisme merupakan konsepsi empiris palsu dari ide sains yang mengerdilkan filsafat dan melahirkan krisis ilmu pengetahuan, khususnya ilmu-ilmu kemanusiaan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fenomenologi Edmund Husserl sebagai kritik terhadap positivisme dan krisis ilmu pengetahuan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode kajian pustaka (library research) terhadap berbagai literatur seperti buku, jurnal dan dokumen lain yang relevan, serta tiga langkah analisis data. Hasil penelitian menunjukkan untuk memperoleh pengetahuan dan menemukan kebenaran di tengah krisis ilmu pengetahuan, Edmund Husserl menawarkan fenomenologi transendental melalui epoche, intensionalitas, reduksi, dan life-world.
Copyrights © 2026