Produk MADUSA yang dikelola oleh Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Pasuruan merupakan produk madu yang memiliki potensi pasar luas, namun belum memiliki kemasan yang memadai untuk mendukung branding dan pemasaran. Ketiadaan kemasan yang profesional menyebabkan produk sulit bersaing di pasar modern dan kehilangan potensi untuk meningkatkan nilai jual. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain kemasan produk MADUSA yang memenuhi aspek estetika dan fungsi dengan pendekatan modern guna meningkatkan nilai jual dan daya saing produk. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model Sugiyono yang disederhanakan menjadi enam tahapan: analisis potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, dan uji coba produk skala terbatas. Hasil perancangan menghasilkan sistem kemasan terintegrasi yang terdiri dari kemasan primer berupa botol kaca 100 ml, kemasan sekunder berupa dus karton persegi panjang vertikal, dan kemasan tersier berupa kardus distribusi. Desain mengusung tema "alami dan modern" dengan elemen visual berupa logo hexagon yang terinspirasi dari struktur sarang lebah, tipografi Poetsen untuk identitas merek dan TH Sarabun New untuk informasi produk, serta sistem warna yang membedakan setiap varian sambil mempertahankan konsistensi identitas merek melalui warna kuning madu. Target pasar produk adalah konsumen usia 20-60 tahun dengan gaya hidup sehat dan kelas ekonomi menengah. Perancangan kemasan MADUSA berhasil menciptakan identitas visual yang kuat, komunikatif, dan fungsional yang diharapkan dapat meningkatkan nilai jual produk, memperluas jangkauan pasar, serta memperkuat positioning MADUSA sebagai produk madu lokal berkualitas tinggi.
Copyrights © 2026