Penelitian ini bertujuan membongkar mitos pemerkosaan yang dilanggengkan melalui empat ilustrasi dan judul berita kekerasan seksual di pesantren dalam media massa. Media massa yang dijadikan objek penelitian secara spesifik adalah NU Online dan Mubadalah.id. Kendati demikian, ilustrasi dari media seperti Magdalane.id dan Project Multatulis juga dijadikan acuan pembanding antara empat ilustrasi berita kekerasan seksual yang diproduksi NU Online dan Mubadalah.id. Metode observasi visual digunakan dalam penelitian ini yang dipadukan dengan teori tentang semiotika dan male gaze. Hasil penelitian menunjukan bahwa media massa seperti NU Online dan Mubadalah.id memiliki kecenderungan melanggengkan mitos pemerkosaan melalui representasi visual yang menempatkan korban sebagai subjek pasif dan tidak berdaya. Sebaliknya, media pembanding seperti Magdalene.co dan Project Multatuli menunjukkan upaya pembongkaran mitos dengan menggeser fokus visual yang tidak lagi diarahkan pada tubuh individu, tetapi pada relasi sosial dan institusi.
Copyrights © 2026