Film 27 Steps of May menghadirkan narasi trauma kekerasan seksual dengan minim dialog, sehingga penyampaian emosi dan konflik sangat bergantung pada aspek visual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana elemen Mise-en-scène meliputi latar, pencahayaan, warna, kostum, blocking, dan komposisi berfungsi sebagai medium komunikasi utama dalam menggambarkan kondisi psikologis May dan dinamika hubungan emosional dengan ayahnya. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis visual interpretatif berbasis struktur tiga babak (three-act structure), penelitian ini menemukan pola visual yang berkembang secara linier mengikuti alur pemulihan karakter. Pada tahap setup, visual didominasi oleh ruang klaustrofobik, pencahayaan datar, dan warna monokromatik yang menyimbolkan isolasi dan stagnasi. Tahap confrontation memperkenalkan gangguan visual melalui kontras warna dan deformasi ruang, sedangkan tahap resolution ditandai dengan transformasi total melalui penggunaan cahaya alami, ruang terbuka, dan kontak fisik. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa Mise-en-scène dalam film ini bekerja sebagai eksternalisasi dari perjalanan psikologis karakter, bergerak dari keterkurungan menuju pemulihan kendali diri dan rekonsiliasi emosional.
Copyrights © 2026