Pertumbuhan industri fast fashion di Indonesia telah memicu peningkatan limbah tekstil yang signifikan. Meskipun remaja usia 18–24 tahun di perkotaan memiliki kesadaran ekologis, terdapat kesenjangan antara pengetahuan dan tindakan nyata akibat minimnya panduan praktis untuk memulai gaya hidup berkelanjutan. Perancangan ini bertujuan menghadirkan media edukatif sekaligus persuasif melalui kampanye digital. Metode Design Thinking digunakan untuk merumuskan strategi konten, didukung analisis 5W+1H dan model komunikasi AIDA (Attention, Interest, Desire, Action). Hasil perancangan ini adalah kampanye digital bertajuk “Time Fitted” yang yang membawa pesan utama tentang pentingnya menerapkan sustainable fashion melalui konsep capsule wardrobe. Gaya visual dirancang dengan pendekatan modern editorial dipadukan dengan palet warna netral untuk menegaskan nilai-nilai keberlanjutan. Strategi konten dieksekusi dalam format single post, carousel, dan video pendek yang memuat hook persuasif seperti pada tahap Attention digunakan hook “Beli baju baru setiap ada diskonan?” untuk menarik perhatian terhadap dampak fast fashion. Tahap edukasi (Interest) dibangun melalui tips dan styling dengan judul “4 alasan kenapa outfitmu kurang pas” serta perbandingan visual “Wearing vs Styling”. Untuk membangun kedekatan emosional (Desire), digunakan pendekatan storytelling dengan headline “Aku mau nerapin sustainable fashion tapi masih pake produk fast fashion. Gimana dong?”. Guna memicu aksi nyata (Action), audiens diberikan panduan praktis melalui konten “3 easy steps buat kamu yang mau menerapkan sustainable fashion” dan teknik “1 base 4 outfits”. Untuk mengajak partisipasi khalayak sasaran, kampanye ini menghadirkan aktivasi interaktif berupa “333 Capsule Wardrobe Challenge” guna memaksimalkan gaya dengan jumlah pakaian terbatas. Melalui kampanye ini, remaja dan mahasiswa diharapkan mampu melihat bahwa tampil fashionable tetap memungkinkan tanpa mengabaikan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Copyrights © 2026