Sektor industri yang kompetitif mengharuskan perusahaan mengembangkan kinerja karyawan agar mampu mencapai target organisasi secara optimal. Namun, tingginya tuntutan, beban, dan tekanan pekerjaan seiring waktu menyebabkan timbulnya stres kerja pada karyawan sehingga mengganggu proses produksi dan produktivitas karyawan, khususnya pada perusahaan manufaktur. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji dampak stres kerja yang dialami karyawan terhadap kinerjanya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui penelusuran berbagai artikel dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja karyawan, baik secara positif maupun negatif, bergantung pada tingkat stres yang dialami. Kondisi ini berdampak pada keberlangsungan operasional perusahaan. Secara teoretis, hubungan tersebut dapat dijelaskan melalui teori perilaku organisasi yang menyatakan bahwa tekanan kerja dapat memengaruhi kondisi psikologis, motivasi, serta proses penyelesaian pekerjaan. Permasalahan tersebut mendorong perusahaan untuk mengelola sumber daya manusia secara efektif melalui pengaturan beban kerja, penciptaan lingkungan kerja yang kondusif, serta dukungan manajerial sehingga kinerja karyawan dapat meningkat secara optimal.
Copyrights © 2026