Desa Mentayan, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, merupakan kawasan pertanian dengan persawahan terluas di Pulau Bengkalis (1.198 jiwa; kelompok usia produktif 19–56 tahun sebanyak 669 jiwa atau 55,8% penduduk), namun pemanfaatan hasil padi masih dominan pada beras dan keterampilan berinovasi masyarakat masih terbatas. Khalayak sasaran pengabdian meliputi masyarakat usia produktif, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemuda desa, anak-anak (pendidikan), serta aparatur pemerintahan desa. Berdasarkan observasi, wawancara, dan masukan aparat desa, tim Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) Bengkalis angkatan VIII—terdiri atas lima mahasiswa lintas program studi—melaksanakan pengabdian selama 1 bulan 10 hari (4 Agustus–10 September 2025). Kegiatan meliputi seminar dan praktik ekonomi kreatif yang diikuti 30 peserta (masyarakat usia produktif, pelaku UMKM, pemuda desa, dan perwakilan aparatur desa), sosialisasi pemanfaatan sekam padi, pendampingan pengelolaan usaha dan pemasaran produk UMKM, serta pengabdian pendidikan dan keagamaan. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan evaluasi deskriptif-kualitatif. Hasil menunjukkan peningkatan wawasan ekonomi kreatif, agrowisata, inovasi hasil pertanian, dan pemahaman dasar pemasaran UMKM, meskipun sebagian program proposal terhambat waktu, pembiayaan, dan kesibukan masyarakat. Manfaat kegiatan dirasakan masyarakat, aparatur desa, dan mahasiswa pelaksana melalui peningkatan wawasan pengelolaan usaha, inovasi produk pertanian, dan kerja sama kampus–masyarakat. Dukungan aparatur desa, kerja sama kelompok mahasiswa, dan partisipasi pemuda menjadi faktor pendorong. Implikasi kegiatan menegaskan perlunya pendampingan berkelanjutan, sinergi kampus–pemerintah daerah, dan penguatan pemasaran berbasis teknologi informasi agar UMKM pertanian berdaya saing.
Copyrights © 2026