Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat, namun masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan dan pengembangan branding produk. Permasalahan tersebut juga dialami oleh UMKM YOMALATA di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, yang belum melakukan pencatatan keuangan secara rutin, masih mencampurkan keuangan pribadi dan usaha, serta belum menerapkan branding produk secara konsisten. Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan pada bulan April–Mei 2026 dengan tujuan meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam melakukan pencatatan keuangan sederhana dan mengembangkan branding produk. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahap observasi, penyusunan solusi, pelatihan dan pendampingan, serta pemantauan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan penerapan pencatatan keuangan dan branding produk yang ditunjukkan oleh peningkatan total skor evaluasi dari 4 pada pra pendampingan menjadi 11 pada pasca pendampingan, dengan rata-rata skor meningkat dari 1,00 menjadi 2,75. Pelaku UMKM mulai mampu melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran menggunakan buku kas sederhana, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta menerapkan nama merek, logo, dan desain kemasan dalam kegiatan pemasaran. Selain itu, kemasan produk menjadi lebih menarik dan mudah dikenali oleh konsumen. Meskipun pencatatan keuangan belum sepenuhnya konsisten karena keterbatasan waktu dan kesibukan operasional usaha, kegiatan pendampingan ini berhasil meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha dan memperkuat identitas produk sehingga mendukung peningkatan daya saing UMKM
Copyrights © 2026