Sektor perdagangan mikro di Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam hal tertib administrasi keuangan, khususnya dalam memisahkan arus kas operasional dari pengadaan stok barang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menganalisis implementasi sistem pencatatan hibrid yakni pencatatan manual berbasis buku folio dan pengelolaan persediaan melalui aplikasi Indokas pada UMKM SRC Jasmine. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi langsung, wawancara terstruktur, dan dokumentasi selama sebelas hari pengamatan (20–30 April 2026). Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa aplikasi Indokas mampu menciptakan tata kelola persediaan yang lebih terstruktur melalui penginputan data komponen produk secara terpadu dan real-time. Namun, pada tiga dari sepuluh hari operasional aktif (20, 22, dan 23 April), pengeluaran pengadaan stok melampaui pendapatan harian, mencerminkan lemahnya perencanaan arus kas. Surplus yang konsisten pada hari-hari lainnya masih mampu mengkompensasi defisit tersebut secara agregat. Kegiatan pengabdian ini menyimpulkan bahwa sistem hibrid yang berjalan cukup fungsional, namun membutuhkan integrasi digital menyeluruh, klasifikasi pengeluaran yang lebih rinci, serta peningkatan literasi keuangan pemilik usaha agar pengelolaan keuangan dan persediaan lebih akuntabel dan berbasis data.
Copyrights © 2026