Kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila karena mendukung peserta didik untuk menganalisis permasalahan, mengevaluasi informasi, serta mengambil keputusan secara rasional dalam kehidupan yang majemuk. Namun, kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar pada materi multikultural masih tergolong rendah akibat pembelajaran yang belum sepenuhnya berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan model Inkuiri Terbimbing pada materi multikultural dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, tes kemampuan berpikir kritis, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa meningkat dari 24,0 pada pra-siklus menjadi 87,8 pada akhir siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa model Inkuiri Terbimbing efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis sekaligus menciptakan pembelajaran Pendidikan Pancasila yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik.
Copyrights © 2025