CV. Pondok Daun merupakan perusahaan industri kerajinan keranjang anyaman berorientasi ekspor yang pada proses produksinya mengalami ketidakseimbangan beban kerja antar stasiun kerja. Kondisi aktual menunjukkan bahwa stasiun kerja Trimming mempekerjakan 12 operator, Coating 2 operator, dan Packing 5 operator dengan target produksi 100 set per hari. Perbedaan jumlah tenaga kerja tersebut menyebabkan beban kerja antar stasiun tidak merata dan berpotensi menurunkan efisiensi perusahaan. Selain itu, perusahaan belum memiliki standar waktu kerja sebagai dasar penentuan kebutuhan tenaga kerja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menentukan waktu baku dan jumlah tenaga kerja optimal menggunakan metode Stopwatch Time Study. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan terhadap waktu kerja operator pada setiap elemen kerja, kemudian dilakukan uji kecukupan data dan uji keseragaman data untuk memastikan data layak digunakan dalam pengolahan lebih lanjut. Selanjutnya dilakukan perhitungan rating factor, allowance, waktu siklus, waktu normal, waktu baku, serta jumlah tenaga kerja optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total waktu siklus sebesar 3.191,4 detik dan waktu normal sebesar 3.779,04 detik. Waktu baku pada stasiun kerja Trimming sebesar 2.825,32 detik, Coating sebesar 856,46 detik, dan Packing sebesar 926,80 detik, dengan total waktu baku sebesar 4.608,59 detik per unit produk serta allowance sebesar 18%. Berdasarkan target produksi 100 set per hari dan waktu kerja efektif selama 7 jam, diperoleh kebutuhan tenaga kerja optimal sebanyak 11 operator pada stasiun Trimming, 4 operator pada stasiun Coating, dan 4 operator pada stasiun Packing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi tenaga kerja aktual belum seimbang sehingga diperlukan penyesuaian jumlah tenaga kerja untuk meningkatkan efisiensi perusahaan.
Copyrights © 2026