Pemanfaatan barungge (Moringa Oleifera) sebagai obat tradisional merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat yang masih dipertahankan hingga saat ini. Praktik tersebut penting dikaji karena mengandung pengetahuan lokal yang dapat dihubungkan dengan konsep sains ilmiah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis konsep sains pada praktik penggunaan barungge sebagai obat tradisional masyarakat di Desa Batu Gana Kecamatan Padang Bolak Julu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnosains. Penelitian dilaksanakan di Desa Batu Gana pada bulan Maret sampai April 2026. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu masyarakat yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam menggunakan daun kelor sebagai obat tradisional. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik, triangulasi sumber, dan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan daun kelor sebagai sayuran dan air rebusan untuk menjaga kesehatan, meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi rasa lelah, dan membantu mengatasi gejala anemia. Praktik tersebut mengandung konsep biologi, kimia, dan kesehatan, seperti nutrisi, zat besi, antioksidan, sistem imun, dan ekstraksi sederhana. Disarankan agar hasil penelitian ini dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPA berbasis etnosains dan kearifan lokal.
Copyrights © 2026