MAXIMAL
Vol 3 No 5 (2026): Juni

Rancang Bangun Weather Vulnerability Index sebagai Kerangka Awal Impact-Based Forecasting di Kabupaten Sarmi

I Putu Putra Wira Sarwa Yudha (Stasiun Meteorologi Kelas III Mararena-Sarmi)
Noak Omlo Mayor (Stasiun Meteorologi Kelas III Mararena-Sarmi)
Subur Ariadi (Stasiun Meteorologi Kelas III Mararena-Sarmi)
Asep Jamaludin Malik (Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia MKG)
Muhammad Reza Naufal (Stasiun Meteorologi Kelas III Mararena-Sarmi)
Rudianto Oksa (Stasiun Meteorologi Kelas III Mararena-Sarmi)
Etinus Wenda (Stasiun Meteorologi Kelas III Mararena-Sarmi)
Saldia Aksamina Tanati (Stasiun Meteorologi Kelas III Mararena-Sarmi)
Moch Yanuar Akmal Khawarizmi (Stasiun Meteorologi Kelas III Mararena-Sarmi)
Lesley Cheenris Kadiwaru (Stasiun Meteorologi Kelas III Mararena-Sarmi)



Article Info

Publish Date
15 Jun 2026

Abstract

Transformasi layanan meteorologi menuju Impact-Based Forecasting (IBF) menuntut penyedia informasi cuaca untuk tidak hanya menyampaikan fenomena meteorologi, tetapi juga mengomunikasikan potensi dampaknya terhadap aktivitas masyarakat dan operasional wilayah. Tantangan utama pada stasiun meteorologi daerah adalah keterbatasan data dampak, sumber daya teknis, dan infrastruktur komputasi yang diperlukan untuk membangun sistem IBF yang kompleks. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kerangka awal IBF yang operasional dan mudah diterapkan melalui pemanfaatan data observasi permukaan Meteorological Aerodrome Report (METAR) dan Aviation Selected Special Weather Report (SPECI) di Kabupaten Sarmi. Metode yang digunakan berupa pendekatan kuantitatif deskriptif dengan membangun baseline klimatologis per jam observasi, menghitung risk score berdasarkan kejadian awan Cumulonimbus dan penurunan jarak pandang, serta menyusun Weather Vulnerability Index (WVI) sebagai indikator kerentanan cuaca operasional. Data yang dianalisis mencakup seluruh laporan METAR dan SPECI Stasiun Meteorologi Mararena-Sarmi selama tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Sarmi memiliki nilai WVI sebesar 8,3 yang termasuk kategori sedang, dengan November sebagai bulan berisiko tertinggi dan pukul 14 UTC sebagai periode operasional paling rentan terhadap cuaca signifikan. Kerangka yang dikembangkan mampu menerjemahkan data observasi meteorologi menjadi informasi risiko yang lebih kontekstual dan dapat mendukung pengambilan keputusan dalam implementasi awal IBF di wilayah dengan keterbatasan sumber daya.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

MAKSI

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Humanities Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Computer Science & IT Economics, Econometrics & Finance

Description

MAXIMAL JOURNAL is accepts manuscripts of research results and study results that bring up scientific and actual ideas in the fields of Social, Political, Law, Economics, Culture, Technology, and Education both in Indonesian and ...