Penelitian ini menganalisis dampak digitalisasi pemasaran produk pertanian melalui e-commerce terhadap pendapatan petani di Provinsi Jawa Barat. Sistem pemasaran konvensional yang ditandai oleh rantai distribusi panjang, posisi tawar petani yang lemah, dan ketergantungan pada tengkulak telah membatasi akses pasar dan menekan pendapatan petani. Tujuan penelitian: (1) menganalisis perbedaan pendapatan petani sebelum dan sesudah penggunaan e-commerce; dan (2) mengidentifikasi faktor sosial ekonomi dan usaha tani yang memengaruhi efektivitasnya. Pendekatan kuantitatif deskriptif eksplanatori digunakan dengan data cross-sectional dari 100 petani yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, paired sample t-test, dan regresi linear berganda setelah memenuhi uji asumsi klasik. Hasil menunjukkan e-commerce secara signifikan meningkatkan pendapatan petani (R²=0,82). Lama penggunaan, skala usaha, persentase pemasaran daring, dan akses pembeli langsung berpengaruh positif signifikan. Usia dan pengalaman bertani berpengaruh negatif signifikan. Pendidikan, gender, jenis produk, dan keanggotaan kelompok tani tidak signifikan. E-commerce merupakan instrumen strategis peningkatan pendapatan yang efektivitasnya bergantung pada literasi digital, logistik, dan dukungan kelembagaan.
Copyrights © 2026