Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan petani cengkeh di Desa Lempuyangan, Temanggung, yang selama ini sangat bergantung pada cuaca dan metode pengeringan manual yang tidak stabil. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi sosialisasi, implementasi Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa mesin pengering cengkeh berbasis Internet of Things (IoT), pelatihan pengoperasian alat, serta pendampingan mitra secara berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan mesin pengering berbasis IoT ini mampu meningkatkan efisiensi waktu pengeringan secara signifikan, dari semula 4–7 hari secara manual menjadi hanya 3–4 jam. Selain itu, integrasi sensor suhu dan kelembapan yang terkoneksi dengan notifikasi Telegram memungkinkan petani melakukan pemantauan secara real-time untuk menjaga kualitas produk tetap higienis dan terukur. Dapat disimpulkan bahwa transformasi teknologi ini berhasil meningkatkan produktivitas, efisiensi waktu, dan mutu komoditas cengkeh, yang pada akhirnya memperkuat nilai ekonomi dan daya saing petani lokal di Desa Lempuyangan.
Copyrights © 2026