Perkembangan globalisasi dan digitalisasi pada tahun 2026 telah mendorong transformasi signifikan dalam praktik akuntansi keuangan di berbagai negara. Namun, terdapat perbedaan mendasar antara negara maju dan negara berkembang dalam penerapan standar, kualitas pelaporan, serta pemanfaatan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan akuntansi keuangan antara kedua kelompok negara dengan menyoroti aspek standar akuntansi, transparansi, regulasi, teknologi, dan kualitas sumber daya manusia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur terhadap publikasi ilmiah dan laporan lembaga internasional terbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara maju telah mengintegrasikan teknologi digital seperti artificial intelligence (AI) dan big data dalam sistem akuntansi, serta memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap International Financial Reporting Standards (IFRS). Sebaliknya, negara berkembang masih menghadapi tantangan dalam hal infrastruktur, literasi akuntansi, dan harmonisasi standar. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami kesenjangan praktik akuntansi global serta rekomendasi strategis untuk meningkatkan kualitas sistem akuntansi di negara berkembang.
Copyrights © 2026