Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran etika komunikasi dalam membangun solidaritas sosial pada kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kebonsari Kota Surabaya. Seperti keterbatasan akses informasi, kurangnya keterbukaan dalam pengelolaan kegiatan simpan pinjam, serta perbedaan pemahaman antaranggota yang berpotensi menimbulkan miskomunikasi dan menurunkan solidaritas kelompok. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, Informan penelitian terdiri atas Ketua PKK, pengurus inti, anggota aktif PKK, dan tokoh masyarakat yang dipilih secara purposive. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip etika komunikasi berupa keterbukaan, empati, kesantunan, keadilan, dan inklusivitas komunikasi mampu meningkatkan rasa percaya, memperkuat hubungan sosial, serta meminimalkan konflik internal antaranggota PKK. Komunikasi yang terbuka dan santun mendorong partisipasi aktif anggota dalam berbagai program organisasi seperti pendampingan posyandu dan bank sampah mandiri. Selain itu, etika komunikasi juga membentuk modal sosial berupa kerja sama dan kepatuhan sukarela anggota terhadap aturan organisasi.
Copyrights © 2026