Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya masih tinggi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor individu. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan karakteristik klien meliputi jenis kelamin, usia, dan indeks massa tubuh (IMT) dengan tekanan darah sistolik dan diastolik di Kecamatan Marawola. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 406 klien Posbindu yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney dan Korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan tekanan darah sistolik berdasarkan jenis kelamin (p=0,019), namun tidak terdapat perbedaan tekanan darah diastolik (p=0,602). Usia berkorelasi positif signifikan dengan tekanan darah sistolik (r=0,221; p<0,001), tetapi tidak berkorelasi dengan tekanan darah diastolik (r=-0,005; p=0,915). IMT tidak berkorelasi signifikan dengan tekanan darah sistolik (r=0,075; p=0,131), namun berkorelasi positif signifikan dengan tekanan darah diastolik (r=0,188; p<0,001). Hasil ini menunjukkan bahwa jenis kelamin dan peningkatan usia berperan terhadap kenaikan tekanan darah sistolik, sedangkan peningkatan IMT lebih berhubungan dengan peningkatan tekanan darah diastolik, diperlukan penguatan skrining dan edukasi pengendalian faktor risiko hipertensi pada kelompok dewasa dan lansia.
Copyrights © 2026