Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas platform berbasis awan Google Earth Engine (GEE) sebagai instrumen studi pendahuluan untuk menganalisis dinamika iklim regional dan lokal di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur sistematis dan analisis eksploratif terhadap dokumentasi teknis serta katalog data GEE dan uji kemampuannya GEE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GEE mampu merevolusi pengolahan data geospasial melalui arsitektur komputasi paralel yang memungkinkan ekstraksi tren suhu permukaan (Land Surface Temperature), anomali curah hujan, dan perubahan tutupan lahan selama lebih dari beberapa dekade. Sintesis data dari berbagai wilayah di Indonesia mengonfirmasi adanya tren pemanasan suhu permukaan dalam sepuluh tahun terakhir yang berkorelasi dengan fenomena Urban Heat Island dan deforestasi. Data satelit sawit global Year of Planting (YoP) diolah menggunakan Google Colab dan Python untuk memetakan umur perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Muaro Jambi. Peta yang dihasilkan dapat mendukung pengelolaan perkebunan serta analisis dampaknya terhadap lingkungan dan iklim lokal. Kesimpulannya, GEE merupakan platform yang sangat efektif dan efisien untuk mendukung kebijakan mitigasi serta adaptasi perubahan iklim berbasis bukti di tingkat daerah maupun nasional.
Copyrights © 2026