Penelitian ini menganalisis gaya bahasa tasybīh dalam Q.S an-Nur melalui pendekatan balaghah yang diintegrasikan dengan kajian tafsir. Penelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan: apa saja bentuk tasybih yang terdapat dalam Q.S An-Nur, dan bagaimana fungsi retorisnnya dalam menyampaikan pesan teologis?. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini mengidentifikasi dan mengklasifikasikan struktur tasybīh pada Q.S an-Nur terdapat pada tiga ayat yang dikaji, yakni ayat 35, 39, dan 40. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap ayat mengandung varian tasybīh yang distingtif: ayat 35 menggunakan tasybīh mursal tamsili dan mursal mujmal, ayat 39 menampilkan tasybīh mursal mufassal, dan ayat 40 menghadirkan tasybīh mursal mufassal dengan citra kegelapan yang berlapis. Temuan ini menegaskan bahwa al-Qur'an menggunakan tasybīh bukan sekadar sebagai ornamen estetika, melainkan sebagai instrumen retoris yang secara fungsional memperkuat pesan teologis dan moral, khususnya dalam merepresentasikan hakikat cahaya hidayah dan kegelapan kesesatan. Penelitian ini diharapkan berkontribusi pada pengembangan kajian linguistik al-Qur'an melalui analisis integratif yang menghubungkan dimensi balaghah dan tafsir secara komprehensif.
Copyrights © 2026