Rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia menyebabkan sebagian anak tidak memperoleh haknya untuk mendapatkan asupan bergizi tinggi yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah kurangnya produksi ASI pada ibu menyusui. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi ASI, salah satunya melalui intervensi nonfarmakologis, seperti pemberian rebusan daun kelor, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan produksi ASI sehingga bayi tetap memperoleh ASI secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi rebusan daun kelor terhadap peningkatan produksi ASI di DesaTanjung Gusta. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan rancangan one group pretest–posttest design yang melibatkan 20 responden. Intervensi dilakukan selama dua minggu untuk menilai perubahan produksi ASI sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) pemberian intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi ASI pada tahap pre-test sebesar 0,108 dan menurun menjadi 0,020 pada tahap post-test. Terdapat perubahan yang signifikan pada jumlah produksi ASI dengan nilai p-value 0,000. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konsumsi rebusan daun kelor berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi ASI. Diharapkan tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi terkait manfaat daun kelor sebagai sumber bahan peningkat ASI.
Copyrights © 2026