Pendahuluan: Stroke adalah penyakit serebrovaskular yang ditandai dengan gangguan neurologis mendadak yang disebabkan oleh pembatasan atau terputusnya aliran darah melalui sistem suplai arteri otak. Masalah mobilitas fisik pada pasien stroke dapat diatasi melalui latihan fisik berupa mobilisasi dini. Tujuan Untuk mengetahui pengaruh Range of Motion (ROM) pasif terhadap peningkatan kekuatan otot pasien stroke non hemorrhagic. Metode: Studi ini menggunakan studi kasus pada 5 pasien dengan kriteria inklusi meliputi pasien stroke non hemorrhagic yang mengalami kelemahan otot, pasien dalam fase pemulihan, serta memiliki kesadaran penuh atau stabil untuk menilai kekuatan otot yang dilakukan intervensi selama 3 hari dalam waktu 30 menit menggunakan instrumen skala kekuatan otot dengan menggunakan analisis deskriptif dengan metode distribusi frekuensi. Hasil: pemberian gerakan rentang gerak (ROM) pasif pada lima responden mengalami peningkatan kekuatan otot. Sehingga rentang gerak (ROM) dapat membantu meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke non-hemorrhagic dengan gangguan mobilitas fisik. Kesimpulan: ada pengaruh Range of Motion (ROM) pasif terhadap peningkatan kekuatan otot pasien stroke non hemorrhagic. Terapi ROM untuk pasien stroke menjadi salah satu intervensi keperawatan yang mudah dipahami dan dilakukan oleh keluarga maupun pasien serta tidak menggunakan biaya.
Copyrights © 2026