Paparan debu kayu pada pekerja pembuat kursi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama penyakit saluran pernapasan, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan perilaku pencegahan melalui penggunaan alat pelindung diri (APD). Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Program Pemberdayaan Komunitas terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan kepatuhan penggunaan APD pada pekerja pembuat kursi yang berisiko paparan debu kayu. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pretest-posttest control group design. Sebanyak 90 responden dibagi menjadi kelompok intervensi (n=45) yang memperoleh Program Pemberdayaan Komunitas berupa ceramah, demonstrasi penggunaan APD, dan Focus Group Discussion (FGD), serta kelompok kontrol (n=45) yang memperoleh edukasi melalui metode ceramah. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan paired t-test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami peningkatan pengetahuan, sikap, dan kepatuhan penggunaan APD, namun peningkatan pada kelompok intervensi secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (seluruh p<0.005). Program Pemberdayaan Komunitas terbukti lebih efektif dibandingkan metode ceramah saja dalam meningkatkan perilaku penggunaan APD. Program ini direkomendasikan sebagai strategi promosi kesehatan dan kesehatan lingkungan kerja pada sektor informal.
Copyrights © 2025