Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan interaksi sosial anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam kegiatan pembelajaran di SLB Bina Potensi Palembang melalui pengalaman magang Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Penelitian menggunakan metode observasi untuk mengamati empat siswa dengan karakteristik yang berbeda, yaitu tunarungu (J), sindrom Down (G), autisme ringan (A), dan disabilitas intelektual (Z). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap siswa memiliki pola interaksi sosial yang beragam sesuai dengan karakteristik perkembangan, kemampuan komunikasi, dan kondisi masing-masing. Subjek G menunjukkan interaksi sosial yang paling aktif, sedangkan Subjek A cenderung pasif dan masih membutuhkan pendampingan guru dalam berinteraksi. Subjek J memiliki kemampuan bekerja sama yang baik dalam aktivitas kelompok, sementara Subjek Z lebih antusias mengikuti kegiatan berbasis permainan dibandingkan pembelajaran akademik. Kegiatan kelompok, khususnya permainan lempar bola, terbukti efektif sebagai media untuk mengamati sekaligus mengembangkan keterampilan sosial siswa. Selain itu, dukungan dan pendampingan guru berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan kemampuan interaksi sosial setiap siswa.
Copyrights © 2026