Semarang sedang menuju fase aging society yang ditandai dengan meningkatnya proporsi penduduk lanjut usia dan age dependency ratio yang diproyeksikan meningkat dari 40,97% pada tahun 2025 menjadi 53,42% pada tahun 2045. Kondisi ini menunjukkan bahwa lansia akan menjadi kelompok pengguna kota yang semakin dominan. Namun, sebagian besar ruang dan layanan bagi lansia masih berorientasi pada aspek perawatan, sementara lansia masa depan diproyeksikan lebih aktif, mandiri, dan tetap terhubung dengan kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendekatan baru dalam perancangan ruang publik yang mampu mendukung well-being melalui penyediaan ruang yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik lansia masa depan.
Copyrights © 2026