Tujuan penelitian ini mengkaji secara mendalam perbedaan antara gaya kepemimpinan visioner dan gaya kepemimpinan strategis, serta mengeksplorasi bagaimana kedua gaya tersebut memengaruhi dinamika organisasi, khususnya dalam konteks hubungan, sikap, perilaku, komunikasi, moralitas, dan budaya organisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Penelitian ini memanfaatkan berbagai sumber literatur seperti jurnal, buku, dan artikel ilmiah guna merumuskan karakteristik, kekuatan, dan kelemahan dari masing-masing gaya kepemimpinan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan visioner lebih menekankan pada inspirasi, visi jangka panjang, dan pemberdayaan emosional, sedangkan gaya kepemimpinan strategis lebih menitikberatkan pada perencanaan rasional, efisiensi operasional, serta pengambilan keputusan berbasis data. Keduanya memiliki peran krusial dalam membangun budaya organisasi yang adaptif dan berdaya saing tinggi, tergantung pada kebutuhan dan situasi organisasi yang dihadapi.
Copyrights © 2026