Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih belum optimalnya profitabilitas perbankan umum konvensional di Indonesia pada periode pascapandemi, meskipun aktivitas intermediasi perbankan terus meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh risiko kredit (Non-Performing Loan), Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN), Loan to Deposit Ratio (LDR), dan Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap profitabilitas (Return on Assets) pada bank umum konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Populasi terdiri dari 43 bank, dengan sampel 27 bank yang dipilih menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 135 observasi. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Teknik analisis data meliputi uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko kredit berpengaruh negatif signifikan terhadap profitabilitas, CKPN dan CAR berpengaruh positif signifikan, sedangkan LDR tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas dengan nilai koefisien determinasi sebesar 22,2 persen. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa profitabilitas bank lebih dipengaruhi oleh kualitas risiko kredit, kebijakan pencadangan, dan kecukupan modal dibandingkan efektivitas penyaluran dana.
Copyrights © 2026