Tingginya mobilitas kerja pada Generasi Z menjadi tantangan bagi organisasi dalam mempertahankan sumber daya manusia yang berkualitas. Karakteristik Generasi Z yang cenderung adaptif, fleksibel, dan terbuka terhadap berbagai peluang karier menyebabkan kecenderungan berpindah kerja menjadi semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance dan organizational justice terhadap turnover intention pada pegawai Generasi Z di Kota Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 75 pegawai Generasi Z yang bekerja pada berbagai sektor usaha di Kota Banjarmasin. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention (β = 0,488; p = 0,002), sedangkan organizational justice berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention (β = -0,349; p = 0,004). Secara simultan, work-life balance dan organizational justice berpengaruh signifikan terhadap turnover intention (F = 6,080; p = 0,004). Temuan penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan kehidupan kerja yang baik tidak selalu menurunkan keinginan pegawai Generasi Z untuk meninggalkan organisasi. Hasil ini mengindikasikan bahwa Generasi Z memiliki orientasi karier yang lebih fleksibel dan dinamis sehingga keputusan untuk bertahan dalam organisasi tidak hanya ditentukan oleh keseimbangan kehidupan kerja, tetapi juga oleh faktor lain di luar penelitian. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan kajian manajemen sumber daya manusia, khususnya dalam memahami perilaku kerja Generasi Z pada konteks organisasi di daerah.
Copyrights © 2026