Remaja rentan mengalami gangguan tidur akibat kebiasaan tidur yang buruk, seperti penggunaan gawai sebelum tidur dan waktu tidur yang tidak teratur, sehingga memengaruhi kestabilan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan higiene tidur dengan kecerdasan emosional pada siswa SMPN 1 Jatinangor, menggunakan pendekatan kuantitatif survei potong lintang dengan jumlah siswa 276 orang yang dipilih melalui cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Indeks Higiene Tidur dan Skala Kecerdasan Emosional Wong and Law versi Bahasa Indonesia, dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa memiliki higiene tidur yang buruk 51,8 persen dan kecerdasan emosional yang tinggi 54,7 persen dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara keduanya. Simpulannya, kebiasaan tidur yang buruk tidak selalu memengaruhi kecerdasan emosional secara langsung karena dipengaruhi oleh faktor lain seperti dukungan sosial, tekanan akademis, dan lingkungan keluarga. Disarankan kepada siswa, sekolah, dan orang tua untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola tidur yang sehat dan mengelola emosi melalui edukasi dan kebiasaan positif di sekolah dan rumah.
Copyrights © 2026