Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindakan preventif yang diterapkan oleh Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah dalam upaya mencegah vandalisme dan pencurian koleksi. Kerusakan dan kehilangan koleksi merupakan permasalahan yang umum terjadi di perpustakaan, terutama pada koleksi dengan tingkat pemanfaatan yang tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pustakawan dan petugas keamanan yang memiliki peran langsung dalam pengawasan serta pengelolaan koleksi perpustakaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk vandalisme yang paling sering terjadi meliputi coretan, lipatan halaman, dan robekan buku. Sementara itu, kasus pencurian koleksi ditemukan dalam jumlah yang relatif rendah, yang dipengaruhi oleh penerapan sistem keamanan yang cukup memadai. Tindakan preventif yang dilakukan meliputi penerapan tata tertib, pemasangan papan informasi, penggunaan teknologi keamanan seperti CCTV dan RFID, serta kebijakan penggunaan loker untuk membatasi barang bawaan pemustaka. CCTV berfungsi sebagai sarana pemantauan visual sekaligus pencegahan psikologis, sedangkan RFID membantu mendeteksi koleksi yang keluar tanpa melalui prosedur peminjaman resmi. Selain itu, perpustakaan juga menerapkan pengelolaan ruang koleksi khusus dengan pembatasan akses dan pendampingan petugas.Adapun hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, jangkauan CCTV yang belum optimal, serta rendahnya kesadaran pemustaka. Secara keseluruhan, tindakan preventif yang diterapkan telah berjalan cukup baik, namun masih memerlukan penguatan pada aspek pengawasan dan edukasi pemustaka.
Copyrights © 2026