Perpustakaan umum dituntut untuk mengembangkan inovasi layanan yang mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan literasi. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, komunitas, dan mitra eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi tata kelola kolaboratif dalam pelaksanaan Program Literasi Squad di Perpustakaan Kota Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan kepala dinas, pustakawan, duta baca, dan pemustaka, serta didukung dengan observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses coding kualitatif yang meliputi open coding dan axial coding, dengan menggunakan kerangka tata kelola kolaboratif dari Ansell dan Gash yang mencakup kondisi awal, desain institusi, kepemimpinan fasilitatif, proses kolaborasi, dan dampak kolaborasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi dalam Program Literasi Squad terbentuk sebagai respons terhadap kebutuhan layanan perpustakaan pada akhir pekan serta keterbatasan sumber daya organisasi. Pembagian peran yang jelas antara perpustakaan, komunitas (Duta Baca dan Duta GenRe), dan mitra eksternal memungkinkan terlaksananya layanan literasi yang lebih interaktif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kolaborasi tersebut menghasilkan berbagai dampak positif, antara lain peningkatan kunjungan perpustakaan, keterlibatan komunitas dalam kegiatan literasi, serta pengembangan fasilitas dan program literasi yang lebih variatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan tata kelola kolaboratif dapat menjadi strategi yang efektif dalam pengembangan layanan perpustakaan berbasis komunitas.
Copyrights © 2026