Perkembangan teknologi digital melahirkan dikotomi baru antara social commerce (TikTok) dan e-commerce murni (Shopee). Masalah utama dalam praktik pemasaran produk teh PT Rolas Nusantara Mandiri selama ini adalah belum optimalnya pemanfaatan kedua platform secara terintegrasi dan seimbang. Penelitian kualitatif dengan metode deskriptif komparatif ini bertujuan untuk memetakan karakteristik fungsional serta merumuskan rekomendasi strategi pemasaran digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok berperan efektif sebagai Top-of-Funnel (ToFu) yang memicu kebutuhan (demand generation) lewat konten kreatif, live streaming, dan algoritma FYP guna mendorong pembelian impulsif kelompok generasi muda. Sebaliknya, Shopee berfungsi sebagai Bottom-of-Funnel (BoFu) untuk pemenuhan kebutuhan (demand fulfillment) yang mengutamakan kenyamanan sistem transaksi stabil, fitur gratis ongkir, dan pembentukan loyalitas pelanggan untuk pembelian berulang (repeat order). Studi ini menyimpulkan bahwa PT Rolas Nusantara Mandiri tidak dapat bertumpu pada satu platform secara eksklusif. Diperlukan penerapan strategi Omnichannel Marketing yang menyatukan peran TikTok untuk eksposur pemaparan merek secara masif dan mengarahkan lalu lintas pengunjung ke Shopee demi penyelesaian transaksi yang aman serta berkelanjutan.
Copyrights © 2026