Henti jantung merupakan kondisi medis serius yang ditandai dengan berhentinya fungsi pemompaan jantung secara tiba-tiba, sehingga menyebabkan hilangnya denyut nadi serta penghentian aliran darah ke otak dan organ vital. Kejadian ini dapat terjadi di dalam maupun di luar rumah sakit, dengan angka insiden dan mortalitas yang tinggi terutama kasus yang terjadi di rumah sakit. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik dan mortalitas pada pasien henti jantung di Rumah Sakit Royal Taruma Jakarta di tahun 2022 - 2024. Data diambil dari 80 rekam medis pasien henti jantung dan mencakup informasi mengenai waktu kematian setelah masuk rumah sakit, lokasi kejadian, serta faktor risiko seperti usia, jenis kelamin, riwayat hipertensi, diabetes, dislipidemia, dan status gizi. Faktor reversibel berdasarkan mnemonik â5H5Tâ seperti hipovolemia, hipoksia, H+ (asidosis), hipo/hiperkalemia, hipotermia, tension pneumotoraks, tamponade, toksin, trombosis koroner, dan trombosis paru ikut dianalisis. Hasil studi ini menunjukkan tingginya angka mortalitas, terutama pada pasien yang meninggal > 48 jam setelah masuk rumah sakit, dan sebagian besar kejadian terjadi di ruang rawat intensif. Pasien kebanyakan berusia lanjut dengan rerata usia 69 tahun, dan mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki dengan setidaknya memiliki salah satu atau lebih faktor risiko kardiovaskular. Faktor reversibel seperti hipovolemia, hipoksia, H+ (asidosis), hipo/hiperkalemia, hipotermia, tension pneumotoraks, trombosis koroner, dan trombosis paru juga ditemukan di sebagian pasien.
Copyrights © 2026