Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Salah satu faktor yang berperan dalam pencegahannya ialah pengetahuan orang tua, yang diduga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan. Namun, hubungan keduanya masih menunjukkan hasil yang bervariasi sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Studi ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional yang dilakukan di Puskesmas Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo pada Desember 2024–Januari 2025. Sebanyak 184 orang tua dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Tingkat pendidikan dikategorikan menjadi SMP, SMA, dan sarjana, sedangkan tingkat pengetahuan mengenai stunting diukur menggunakan kuesioner tervalidasi yang terdiri atas 15 pertanyaan dan dikategorikan menjadi baik, cukup, dan kurang. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (77,7%), berusia 31–40 tahun (37,5%), berpendidikan SMA (50,5%), dan bekerja (62,5%). Tingkat pengetahuan mengenai stunting terbanyak berada pada kategori kurang (43,5%). Responden dengan pendidikan sarjana cenderung memiliki tingkat pengetahuan yang lebih baik dibandingkan responden berpendidikan SMP dan SMA. Studi ini menyimpulkan hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan orang tua mengenai stunting di wilayah kerja Puskesmas Marisa (p=0,019). Meskipun demikian, pendidikan formal bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi pengetahuan. Upaya edukasi kesehatan mengenai stunting perlu ditingkatkan pada seluruh kelompok masyarakat melalui penyuluhan yang berkelanjutan dan pemanfaatan media informasi agar pengetahuan orang tua dapat meningkat.
Copyrights © 2026