Demam tifoid masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada remaja usia sekolah. Vaksinasi merupakan upaya pencegahan yang efektif, namun cakupan vaksinasi tifoid masih rendah sehingga pengetahuan remaja mengenai vaksin tifoid perlu diketahui. Studi deskriptif dengan pendekatan cross-sectional ini dilakukan pada Mei–Juni 2025 di SMPN 7 Bekasi. Sebanyak 287 siswa berusia 12–17 tahun menjadi responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tervalidasi dan reliabel yang terdiri atas 22 pertanyaan, kemudian dianalisis secara deskriptif. Rata-rata usia responden ialah 13,94±0,96 tahun dengan mayoritas perempuan (55,4%). Rata-rata skor pengetahuan sebesar 67,33±15,48. Tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada pada kategori cukup (44%), diikuti baik (34%) dan kurang (22%). Sebanyak 89,9% responden pernah mendengar tentang tifoid, tetapi hanya 41,8% yang mengetahui vaksin tifoid dan 14,3% yang pernah menerima vaksin. Sebagian besar responden (89,2%) menganggap vaksin tifoid penting dan 67,3% bersedia divaksin. Pengetahuan siswa mengenai vaksin tifoid tergolong cukup, namun paparan informasi dan cakupan vaksinasi masih rendah. Edukasi kesehatan yang berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan penerimaan vaksin tifoid.
Copyrights © 2026