Gangguan fungsi ginjal tidak hanya berdampak terhadap kesehatan fisik, tetapi juga berhubungan dengan kondisi psikologis, seperti depresi, kecemasan, dan stres. Hubungan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya usia, yang berpotensi bertindak sebagai variabel mediator atau perancu. Studi ini bertujuan menganalisis hubungan fungsi ginjal berdasarkan kadar kreatinin dengan beban psikologis menggunakan Depression Anxiety Stress Scale-42 (DASS-42) serta mengevaluasi peran usia dalam hubungan tersebut. Studi analitik observasional dengan desain potong lintang dilakukan secara multisenter di tiga wilayah DKI Jakarta pada November 2024–Mei 2025. Sebanyak 192 responden berusia ≥18 tahun dipilih menggunakan consecutive sampling. Fungsi ginjal dinilai melalui kadar kreatinin serum dan estimasi laju filtrasi glomerulus (LFG), sedangkan beban psikologis diukur menggunakan DASS-42. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dan partial correlation dengan mengendalikan variabel usia. Rerata usia responden ialah 46,85±12,86 tahun. Kadar kreatinin berkorelasi negatif dengan depresi (r=-0,200; p=0,005) dan stres (r=-0,170; p=0,018), sedangkan LFG berkorelasi signifikan dengan seluruh dimensi psikologis (p<0,05). Usia juga berkorelasi negatif dengan seluruh dimensi psikologis (p<0,01). Setelah usia dikendalikan, hubungan antara kreatinin maupun LFG dengan seluruh skor DASS-42 menjadi tidak bermakna (p>0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa usia merupakan faktor perancu yang kuat dalam hubungan antara fungsi ginjal dan kondisi psikologis. Temuan ini menekankan pentingnya mempertimbangkan faktor usia dalam evaluasi kondisi psikologis pasien, serta perlunya pendekatan biopsikososial dalam praktik klinis dan penelitian selanjutnya.
Copyrights © 2026