Premenstrual syndrome (PMS) termasuk kumpulan gejala fisik, emosional dan perilaku yang muncul menjelang terjadinya menstruasi serta dapat mengganggu aktivitas harian penderitanya. Berbagai faktor dapat berperan dalam timbulnya PMS, salah satunya ialah stres akademik. Stres akademik merupakan tekanan psikologis yang dialami mahasiswa selama menjalani proses pembelajaran akibat tuntutan akademik. Studi ini dimaksudkan untuk menganalisis keterkaitan antara tingkat stres akademik dengan munculnya PMS pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2022–2024. Studi dilaksanakan di FK UNTAR pada bulan Agustus 2025 dengan desain observasional analitik potong lintang dan melibatkan 191 mahasiswi yang ditetapkan melalui prosedur non-random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ) untuk menilai tingkat stres akademik serta Shortened Premenstrual Assessment Form (SPAF) untuk mengevaluasi PMS. Hasil studi menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami PMS derajat sedang (67 orang; 35,1%) dan stres akademik derajat sedang (70 orang; 36,6%). Hasil uji analitik chi-square menghasilkan p-value < 0,001, menandakan terdapat keterkaitan yang bermakna secara statistik antara tingkat stres akademik dan kejadian PMS. Studi menyimpulkan bahwa stres akademik memiliki keterkaitan dengan timbulnya PMS pada mahasiswi kedokteran. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi upaya promotif dan preventif terkait kesehatan reproduksi dan pengelolaan stres di lingkungan pendidikan kedokteran.
Copyrights © 2026