Diare merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di Indonesia dengan angka kejadian tinggi di Surabaya. Kejadian diare erat kaitannya dengan faktor lingkungan, terutama sanitasi yang kurang memadai. Tinggal di sekitar Tempat Penampungan Sementara (TPS) berpotensi memengaruhi kondisi sanitasi lingkungan yang dapat meningkatkan risiko diare serta memengaruhi praktik swamedikasi. Dalam mengatasi diare, ibu rumah tangga seringkali melakukan swamedikasi. Namun, tingkat ketepatan swamedikasi masih menjadi perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara profil pengetahuan dengan perilaku swamedikasi diare oleh ibu rumah tangga di area sekitar Tempat Penampungan Sementara (TPS) Srikana, Surabaya. Studi dilakukan menggunakan metode cross-sectional. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria inklusi ibu yang pernah melakukan swamedikasi diare dan tinggal di sekitar TPS Srikana , dengan jumlah responden sebanyak 136 orang dan dilaksanakan pada 15 - 16 Maret 2025 . Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mencakup karakteristik sosiodemografi, profil pengetahuan, dan perilaku swamedikasi. Mayoritas responden berusia 50±12 tahun, berpendidikan terakhir SMA (54,4%), dan memperoleh informasi kesehatan dari tenaga kesehatan (69,1%). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman rank menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara profil pengetahuan dengan perilaku swamedikasi diare (r=0,274; p=0,001). Didapatkan sebagian besar ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar TPS Srikana, yaitu sebesar 93,4%, memiliki profil pengetahuan yang baik terkait diare, sejalan dengan perilaku positif swamedikasi diare sebesar 97,1%. Hal ini mengindikasikan tidak ada intervensi yang perlu dilakukan pada daerah tersebut karena responden telah menunjukkan hasil yang baik.
Copyrights © 2026