Anak-anak lebih rentan mengalami demam dan cara penggunaan obat krusial untuk penentuan efektifitasnya. Oleh sebab itu, pengetahuan ibu mengenai penggunaan obat memiliki peran penting dalam penentuan efektivitas terapi antipiretik. Penelitian cross sectional ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu mengenai antipiretik dengan praktik penyiapan antipiretik pada anak. Variabel penelitian meliputi pengetahuan dan ketepatan penggunaan. Instrumen pengambilan data berupa kuesioner yang meliputi form Informed Consent (IC) dan 40 butir pertanyaan. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dengan kriteria inklusi ibu berusia 20-45 tahun yang memiliki anak usia ≤12 tahun, berdomisili di Surabaya, dan pernah atau sedang menggunakan antipiretik untuk anaknya. Total responden sebanyak 188 responden. Skoring pada variabel pengetahuan: jawaban benar=1 dan salah=0, total skor 14-20 dikategorikan berpengetahuan baik, 7-13 cukup, dan 0-6 kurang. Pada variabel penggunaan: selalu=5, sering=4, kadang=3, jarang=2, tidak pernah=1, total skor 80-100 memiliki tingkat ketepatan penggunaan baik, 60-79 cukup, dan <60 kurang. Mayoritas responden (60,1%) tergolong kategori cukup pada variabel pengetahuan dan (87,2%) tergolong kategori baik pada variabel ketepatan penggunaan. Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan ketepatan penggunaan antipiretik pada anak (p=0,000), sehingga diperlukan edukasi peningkatan pengetahuan untuk meningkatkan ketepatan penggunaan antipiretik pada anak.
Copyrights © 2026