Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap perawatan kulit mendorong tingginya prevalensi penggunaan sediaan serum brightening wajah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik produk serum brightening yang beredar di pasaran ditinjau dari aspek komposisi bahan aktif, rentang harga, dan jenis kemasan. Metode yang digunakan adalah desain observasi deskriptif melalui survei pasar sistematis pada toko-toko kosmetik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar didominasi oleh produk dengan rentang harga Rp50.000–Rp150.000 (50,0%), yang mencerminkan keseimbangan antara keterjangkauan dan kualitas. Dari aspek pengemasan, terdapat preferensi kuat terhadap botol kaca (75,0%) dibandingkan dengan botol plastik (25,0%) demi menjaga stabilitas bahan aktif sensitif. Analisis bahan aktif mengungkapkan bahwa ekstrak alami merupakan komponen yang paling banyak digunakan (18 unit), diikuti oleh Niacinamide (12 unit) dan Vitamin C (11 unit) sebagai standar utama pencerah kulit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa produsen cenderung memprioritaskan keamanan produk melalui tren "Clean Beauty" dan stabilitas formula menggunakan kemasan inert.
Copyrights © 2026