Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena ketidaksesuaian kualifikasi personel kontraktor yang berisiko menurunkan efektivitas tim pada proyek konstruksi. Fokus studi mencakup evaluasi kesesuaian personel, analisis dampaknya terhadap kinerja, serta perumusan strategi peningkatan performa tim. Menggunakan rumus Slovin, terpilih 33 proyek di Kabupaten Badung sebagai sampel. Metodologi yang diterapkan adalah deskriptif kuantitatif untuk persentase kesesuaian, regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel, dan Focus Group Discussion (FGD) untuk menyusun langkah strategis.Hasil penelitian mengungkap bahwa indikator kompetensi memiliki tingkat kesesuaian terendah dibandingkan pendidikan dan pengalaman. Secara kolektif, ketiga variabel tersebut berkontribusi signifikan sebesar 67,5% terhadap kinerja tim, dengan kompetensi sebagai faktor dominan. Strategi perbaikan yang direkomendasikan meliputi peningkatan kesadaran dan akses sertifikasi, pemberian apresiasi bagi tenaga ahli bersertifikat, pelatihan berkelanjutan, program magang, serta penguatan soliditas tim melalui kegiatan nonformal.
Copyrights © 2026