Latar Belakang: Penggunaan catheter double lumen (CDL) sebagai akses vaskular pada pasien hemodialisis masih sering diperlukan, terutama pada kondisi yang membutuhkan akses segera. Namun, penggunaan CDL berhubungan dengan peningkatan risiko infeksi terkait kateter yang dapat menyebabkan bakteremia, sepsis, peningkatan biaya perawatan, serta mortalitas pasien. Pola kuman dan sensitivitas antimikroba antar layanan kesehatan menyebabkan data lokal sangat diperlukan untuk menentukan terapi empiris yang tepat. Hingga saat ini, data pola kuman dan sensitivitas antimikroba pada infeksi terkait CDL di RSUP Dr. M. Djamil Padang masih terbatas. Tujuan: Mengetahui pola kuman dan sensitivitas antimikroba pada kasus infeksi terkait CDL pada pasien yang menjalani hemodialisis di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian deskriptif dengan desain retrospektif dilakukan menggunakan data rekam medis dan hasil pemeriksaan mikrobiologi pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis dengan CDL selama periode JanuariāJuni 2023. Sampel dipilih menggunakan metode total sampling dan diperoleh 70 pasien yang memenuhi kriteria penelitian. Data kultur darah perifer, kultur ujung kateter, dan kultur sekret purulen dianalisis untuk mengidentifikasi pola kuman serta sensitivitas antimikroba. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Sebagian besar pasien berjenis kelamin laki-laki (62,9%). Kuman yang paling sering ditemukan adalah Staphylococcus aureus (18,6%), diikuti Pseudomonas aeruginosa (17,1%), Staphylococcus epidermidis (15,7%), Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) (14,3%), dan Enterobacter cloacae complex (12,9%). Secara keseluruhan, bakteri Gram positif mendominasi pola kuman. Staphylococcus aureus menunjukkan sensitivitas terhadap gentamisin, siprofloksasin, levofloksasin, moksifloksasin, eritromisin, klindamisin, vankomisin, tetrasiklin, dan trimetoprim/sulfametoksazol. Kesimpulan: Staphylococcus aureus merupakan kuman tersering pada infeksi terkait CDL pada pasien hemodialisis di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Dominasi bakteri Gram positif serta pola sensitivitas yang masih baik terhadap beberapa antibiotik utama dapat menjadi dasar dalam pemilihan terapi empiris dan penyusunan strategi pengendalian infeksi di unit hemodialisis.
Copyrights © 2026