Penerapan sistem pembelian tiket secara online di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menawarkan strategi kebijakan inovasi dengan tujuan meningkatkan transparansi informasi dan efisiensi bagi calon pengunjung. Namun dalam pelaksanaannya, terdapat gambaran keliru antara inovasi tersebut dengan realitas calon perilaku wisatawan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali fenomena intermediasi digital dalam bentuk penerapan tiket online dan hambatan dalam implementasinya di kawasan TNBTS. Menggunakan pendekatan kualitatif eksplanatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 25 pengemudi travel/jeep dan 15 wisatawan yang berkunjung dalam periode November 2025 hingga Februari 2026. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sebagian besar wisatawan, baik lokal maupun asing, tidak melakukan pemesanan tiket secara mandiri melalui sistem informasi web yang disediakan. Alih-alih menggunakan jalur digital mandiri, calon pengunjung lebih memilih meminta bantuan masyarakat lokal, khususnya para pengemudi transportasi, untuk melakukan pemesanan dan pembayaran secara manual. Fenomena ini menunjukkan adanya peran pengemudi sebagai mediator penting yang menambal celah literasi digital dan kebutuhan akan kehidupan. Penelitian ini berargumentasi bahwa sistem tiket online tidak dapat sepenuhnya mengganti peran masyarakat karena adanya budaya kunjungan yang bersifat tentatif dan impulsif. Berbeda dengan transportasi umum seperti kereta api atau pesawat, karakteristik wisata Bromo yang sangat bergantung pada kondisi cuaca membuat pemesanan jangka panjang sulit dilakukan. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya fokus di wilayah Gunung Bromo dengan jumlah informan terbatas. Rekomendasi penelitian ini mendorong pemerintah daerah dan pengelola untuk mengenali karakteristik unik tata kelola di TNBTS sebagai pengetahuan mendasar dalam merancang sistem serupa di destinasi lain. Inovasi digital harus mampu berintegrasi dengan budaya lokal dan keinginan kunjungan agar tetap inklusif dan efektif.
Copyrights © 2026