Rendahnya keterampilan menulis puisi siswa kelas XI-6 SMAN 6 Malang menjadi titik tolak penelitian ini: hanya 34,3% siswa mencapai KKM 75 pada asesmen awal, dengan kelemahan paling mencolok pada kedalaman makna dan diksi. Puisi yang dihasilkan cenderung generik karena siswa tidak diajak menghayati pengalaman pribadinya sebelum menulis. Untuk menjawab persoalan ini, diterapkan pendekatan Deep Learning yang memadukan tiga pilar saling berkait: Mindful Learning melatih siswa mengamati objek dan pengalaman secara penuh kesadaran sebagai sumber diksi; Meaningful Learning mendorong mereka menulis dari peristiwa personal yang benar-benar bermakna; dan Joyful Learning menciptakan iklim belajar yang bebas tekanan. Ketiganya diwujudkan melalui Canva, yang berfungsi bukan sekadar alat hias, melainkan medium bagi siswa untuk menerjemahkan emosi abstrak menjadi komposisi visual-tekstual yang utuh. Penelitian dirancang sebagai PTK model Kemmis dan McTaggart dalam dua siklus, dengan data dihimpun melalui rubrik unjuk kerja, observasi, dan angket. Nilai rata-rata meningkat dari 68,5 menjadi 85,4, dan ketuntasan klasikal dari 34,3% menjadi 88,6%, seiring perubahan nyata pada cara siswa berproses: dari menulis tanpa arah menjadi menulis dengan kesadaran dan kepemilikan atas karyanya. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi Deep Learning dan Canva efektif membangun keterampilan menulis puisi yang otentik.
Copyrights © 2026