Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial distress, auditor switching, audit tenure, dan audit complexity terhadap audit report lag pada perusahaan sektor pertambangan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024. Sampel penelitian ditentukan dengan metode purposive sampling sehingga diperoleh 84 data observasi dari 28 perusahaan selama tiga tahun penelitian. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan metode regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi SPSS versi . Kebaruan penelitian ini terletak pada pengkajian kondisi perusahaan pertambangan pada era pascapandemi yang mencerminkan perkembangan kondisi operasional dan pelaporan keuangan terbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial distress berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit report lag. Sebaliknya, pergantian auditor, masa perikatan audit, dan audit complexity tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap audit report lag. Secara bersama-sama, seluruh variabel independen memiliki pengaruh signifikan terhadap audit report lag. Penelitian ini menyimpulkan bahwa financial distress menjadi faktor yang paling dominan dalam memengaruhi ketepatan waktu penyelesaian audit pada perusahaan pertambangan. Namun demikian, penelitian ini masih memiliki keterbatasan karena hanya berfokus pada sektor pertambangan dengan periode pengamatan yang relatif singkat. Oleh sebab itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas objek penelitian ke sektor industri lainnya serta menambahkan variabel lain yang relevan dengan audit report lag
Copyrights © 2026