Dismenore primer merupakan gangguan ginekologis yang umum dialami mahasiswi dan berdampak negatif terhadap aktivitas akademik, sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis yang aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pelvic rocking exercise dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore pada mahasiswi Program Studi D3 Kebidanan Poltekkes Kemenkes Padang. Desain penelitian quasi-experimental one-group pretest-posttest digunakan dengan 20 responden yang dipilih secara purposive sampling. Intervensi dilakukan dua kali sehari pada hari ke-1 hingga ke-3 menstruasi selama minimal dua siklus berturut-turut (2 set × 10–15 repetisi per sesi, ±10–15 menit). Intensitas nyeri diukur menggunakan Numerical Rating Scale (NRS 0–10). Hasil menunjukkan rerata nyeri sebelum intervensi 5,43 ± 1,40 dan sesudah intervensi 3,95 ± 1,47, dengan penurunan rerata 1,48 ± 0,75. Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan bermakna (t = 9,02; p < 0,001). Pelvic rocking exercise terbukti efektif menurunkan intensitas nyeri dismenore melalui mekanisme peningkatan sirkulasi pelvis, relaksasi otot, dan stimulasi endorfin. Intervensi ini direkomendasikan sebagai manajemen nonfarmakologis dismenore di lingkungan akademik
Copyrights © 2026