Abstrak : Ibadah haji merupakan rukun islam yang menekankan dan memiliki nilai spiritual serta simbolisme filosofis yang mendalam. Namun, penyelenggaraan haji di Indonesia, khususnya di Kementrian Agama Kota Bukittinggi, menghadapi sejumlah tantangan yang memengaruhi kelancaran proses pemberangkatan jamaah. Tantangan tersebut meliputi ketidaklengkapan persyaratan administrasi, keterlambatan pelunasan biaya haji, kurangnya pendampingan bagi jamaah lansia, serta validitas data dalam daftar tunggu akibat minimnya pembaruan informasi . Penelitian ini menganalisis strategi pengelolaan haji yang efektif melalui pendekatan kualitatif, dengan data diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan berbasis teknologi, peningkatan kapasitas petugas, sosialisasi intensif, serta sistem pembaruan data yang akurat berkontribusi dalam meningkatkan pelayanan haji. Implementasi sistem informasi terpadu (SISKOHAT), pendampingan lansia, dan pengelolaan dana haji yang tansparan menjadi faktor utama dalam memastikan keamanan, kenyamanan, dan kepuasan jamaah
Copyrights © 2025