Konsumsi energi rumah tangga untuk memasak berkontribusi 25% dari total konsumsi energi dunia. Di Indonesia, ketergantungan pada LPG menciptakan beban anggaran pemerintah signifikan. Sementara adopsi teknologi memasak efisien seperti kompor induksi masih terbatas. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan wawasan empiris kepada masyarakat dan pembuat kebijakan tentang keuntungan ekonomi penggunaan kompor induksi dibandingkan LPG. Metode penelitian komparatif dengan demonstrasi hemat energi, mengukur biaya operasional kedua teknologi dengan memasak selama 60 menit melalui pengujian sistematis di lingkungan rumah tangga Kota Taliwang, Sumbawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompor induksi lebih hemat biaya dibandingkan dengan kompor gas LPG. Temuan ini mengindikasikan bahwa kompor induksi merupakan alternatif yang lebih ekonomis untuk penggunaan energi dibandingkan kompor LPG dengan tingkat efisiensi sebesar 71% untuk biaya non subsidi dan 74% untuk biaya pemakaian subsidi. Tingginya nilai efisiensi pada penelitian ini dipengaruhi oleh penggunaan data harga kompor induksi yang mengacu pada harga pasar lokal di Taliwang.
Copyrights © 2026