Problem Posing dan Gallery Walk beroperasi dalam kerangka pembelajaran aktif yang menuntut partisipasi siswa dalam membangun pengetahuan. Penelitian ini mendeskripsikan penerapan Gallery Walk dan Problem Posing pada materi barisan dan deret di kelas X serta membandingkan kecenderungan hasil belajar, keaktifan, dan persepsi siswa pada dua kelas dengan kondisi awal yang relatif sebanding. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi- eksperimen posttest-only non-equivalent groups pada dua kelas (X1 dan X2, masing-masing n = 31) di sebuah SMA swasta. Data dikumpulkan melalui tes uraian tiga butir, lembar observasi, dan angket persepsi. Data tes dianalisis secara deskriptif dan dengan uji Mann-Whitney, sedangkan data observasi dan angket dianalisis secara deskriptif. Kelas X1 memperoleh rata-rata 74,84 (median 78) dan kelas X2 78,19 (median 82); namun uji Mann-Whitney (U = 424,0; p = 0,43) menunjukkan bahwa perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik. Observasi menunjukkan bahwa Gallery Walk mendorong interaksi antarkelompok, keberanian bertanya, dan motivasi, sedangkan Problem Posing mendukung pendalaman pemahaman konsep. Hasil angket mengindikasikan persepsi positif di kedua kelas, dengan kecenderungan pemahaman yang dirasakan lebih tinggi pada kelas Problem Posing. Temuan ini menyiratkan bahwa Problem Posing lebih sesuai ketika tujuan pembelajaran menekankan pendalaman konsep, sedangkan Gallery Walk lebih tepat untuk menguatkan kolaborasi dan komunikasi matematis.
Copyrights © 2025