Eklampsia dengan komplikasi sindrom HELLP merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal serta perinatal, khususnya di negara berkembang. Kondisi ini dapat berkembang menjadi gagal multi organ yang mengancam jiwa dan membutuhkan diagnosis serta intervensi segera. Penelitian kasus ini bertujuan mendeskripsikan manifestasi klinis, temuan diagnostik, dan pendekatan tata laksana pada kasus eklampsia dengan sindrom HELLP disertai gagal multi organ. Studi ini merupakan laporan kasus deskriptif yang disusun berdasarkan pedoman CARE dengan menggunakan data observasi klinis, pemeriksaan laboratorium, radiologi, dan rekam medis selama perawatan intensif. Seorang perempuan usia 41 tahun dengan usia kehamilan 27–28 minggu terdiagnosis eklampsia dengan komplikasi sindrom HELLP, gagal ginjal akut, edema paru, pneumonia, hiponatremia berat, anemia, dan hipoalbuminemia. Penatalaksanaan multidisiplin meliputi pemberian magnesium sulfat, antihipertensi intravena, transfusi produk darah, hemodialisis, terapi antibiotik, koreksi gangguan elektrolit, serta terminasi kehamilan melalui seksio sesarea. Pendekatan tersebut menunjukkan perbaikan klinis maternal yang signifikan, meskipun luaran neonatal buruk akibat prematuritas ekstrem. Kasus ini menegaskan pentingnya diagnosis dini dan tata laksana agresif di unit perawatan intensif pada pasien dengan eklampsia dan sindrom HELLP yang disertai gagal multi organ.
Copyrights © 2026